KanalBerita8.co- Presiden Joko Widodo meminta agar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan investasi yang menguntungkan sehingga menambah manfaat dari dana haji yang dikelolanya. Presiden menyebutkan beberapa contoh investasi yang menguntungkan, seperti di jalan tol atau pelabuhan.
Pada Senin (13/3) kemarin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendampingi Presiden Jokowi menerima nama-nama calon Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH untuk ditetapkan atau diputuskan.
"Nama-nama calon Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH adalah orang-orang yang profesional bahkan syaratnya selain memiliki kompetensi, juga memiliki pengalaman mengelola keuangan minimal
lima tahun," ujar Lukman.
BPKH nantinya akan mengelola dana haji sekitar Rp90 triliun dan akan bertambah setiap tahunnya. Ditekankan, prinsip-prinsip dalam pengelolaan atau investasi dana haji yaitu harus ada jaminan keamanannya.
"Dana haji ini kan dari tahun ke tahun selalu meningkat. Sementara ini karena belum ada badan pengelola keuangan haji, Kementerian Agama hanya menempatkan pada tiga instrumen saja yaitu
SBN, SUN dan deposito berjangka," tambah Lukman.
Sementara itu Ketua Panitia Seleksi BPKH Mulya Efendi Siregar mengatakan setelah nama-nama Badan Pelaksana diputuskan maka mereka akan memilih sendiri ketuanya.
"Setelah rekrutmen pegawai, diharapkan tahun ini segera beroperasi, dana yang akan dikelola sekitar Rp90 triliun," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta BPKH mengelola dana tersebut secara menguntungkan. "Investasi ke yang sudah jelas menguntungkan sehingga dana tidak hilang," tegas Mulya.
Belum ada tanggapan untuk "daripada hilang tak jelas Jokowi meminta BPKH Kelola dana haji menjadi investasi untuk negeri"
Posting Komentar