KanalBerita8.co- Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1 persen di 2018. Untuk mencapai target tersebut, kementerian dan lembaga diminta bekerja lebih keras.
Terkait sasaran ekonomi di 2018, disampaikan Presiden dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3/17). Sidang ini membahas kapasitas fiskal (resource envelopes) dan pagu indikatif RAPBN 2018, serta upaya mengerek Peringkat Kemudahan Berbisnis atau “Ease of Doing Business” (EODB) di 2018.
Jokowi juga menekankan pentingnya meningkatkan rasio perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 11%. Selain itu, penajaman program prioritas harus mengarah kepada produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Oleh karena itu, lanjut presiden, sumber-sumber investasi sebagian besar harus berasal dari swasta dan BUMN. Porsinya diharapkan bisa 70-80%.
“Capital Expenditure BUMN harus ditingkatkan sehingga ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,” jelas Presiden Jokowi.
Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sangat baik jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia, namun menurut Presiden, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan Presiden Jokowi hanya memanjakan masyarakat perkotaan.
Sejumlah proyek yang diusung pemerintah tutur dia, mencerminkan keberpihakan Jokowi ke masyarakat perkotaan. “Memanjakan orang kota semua. Orang kota mau mudik nih dibuat jalan tol agar mudiknya lancar,” kata Faisal Basri.
Sementara itu angkutan laut yang notabene transportasi andalan masyakarat di wilayah Indonesia timur justru tidak dikembangkan dengan serius.
from Update per Minute http://ift.tt/2nucyUB UPDATE
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Kementrian dan lembaga nya harus kerja extra keras,Jokowi ingin Ekonomi indonesia naik 6,1%"
Posting Komentar